fbpx

Setelah mengetahui perbedaan antara User Interface (UI) dan User Experience (UX) pada artikel sebelumnya. Tentunya sekarang sudah lebih paham mengenai pentingnya melakukan riset dalam tahap awal perancangan sebuah desain aplikasi/website.

Dalam merancang sebuah user interface aplikasi atau website, data adalah sesuatu yang sangat penting. Karena dengan data, desainer menjadi mempunyai panduan dalam merancang sebuah desain.

Sumber gambar : https://unsplash.com/photos/n0xX7jQ8GCs

Data bisa berupa hasil wawancara dengan pengguna, analisis kompetitor, rencana bisnis perusahaan, perilaku pengguna, dll. Kemudian, dilakukan analisis dengan baik sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan akhir yang berfungsi sebagai panduan bagi desainer, seperti :

  • Flow/langkah seperti apa yang harus pengguna tempuh dalam mengoperasikan sebuah fitur.
  • Flow/langkah seperti apa yang harus pengguna tempuh dalam menyelesaikan sebuah ‘task’.
  • Fitur apa yang sebetulnya dibutuhkan pengguna dan mana yang tidak dibutuhkan.
  • Fitur apa yang butuh perbaikan atau diperlengkap.
  • Interaksi apa yang cocok diterapkan pada perpindahan halaman tertentu.
  • Apakah elemen visual (UI Design) yang ada sudah berfungsi dengan baik, misalnya ukuran tombol pembayaran terlalu kecil, font tidak terbaca, letak tombol tidak kelihatan.
  • Dst.

Nah, jika sudah memiliki data yang cukup, seharusnya desainer bisa menerjemahkannya menjadi visual yang baik.

Tapi, bagaimana jika desainer tidak mempunyai skill mumpuni dalam menggunakan software desain? Tentunya itu menjadi masalah baru bagi desainer itu sendiri.

Sangat disayangkan jika data yang sudah dikumpulkan dan menghasilkan analisis yang baik, bisa menjadi percuma hanya karena eksekusi digital nya yang tidak maksimal.

Jadi, sebaiknya desainer bisa memiliki kemampuan yang seimbang antara mengoperasikan software dan melakukan riset. Sehingga bisa menerjemahkan data menjadi visual dengan baik.