fbpx

Demam startup terjadi secara masif di Indonesia. Para generasi muda semangat belajar coding dengan harapan bisa bekerja di startup. Apalagi, Indonesia kini memiliki beberapa startup besar yang telah berstatus sebagai unicorn, sebut saja Tokopedia, Traveloka, Gojek, ataupun Bukalapak. Keberadaan startup-startup tersebut juga memberi peluang kerja yang besar, khususnya di bidang IT. 

Kebutuhan tenaga IT oleh startup memang sangat banyak. Apalagi, startup merupakan perusahaan rintisan yang menjalankan usahanya dengan berpusat pada teknologi. Oleh karena itu, tidak heran kalau gaji para karyawan IT di startup sangat besar. The Michael Page Salary Benchmark dalam laporan tahunannya menuliskan kalau kebutuhan tenaga IT oleh perusahaan pada tahun 2019, gaji para karyawan IT tersebut bisa mencapai puluhan juta per bulan.

Gaji tinggi yang didapatkan oleh karyawan IT startup itu bukan tanpa alasan. Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan tugasnya. Berikut ini 3 alasan utama kenapa startup rela mengeluarkan uang lebih besar untuk merekrut karyawan di bidang IT:

1. Tanggung jawab besar
Startup merupakan perusahaan yang memanfaatkan teknologi dalam menjalankan bisnisnya. Oleh karena itu, tidak heran kalau mereka menyediakan porsi gaji yang lebih besar untuk karyawan bidang IT. Di sisi lain, para karyawan juga dituntut untuk bisa memberi hasil berupa produk yang laku di pasaran. Kinerja buruk karyawan, bisa berdampak secara langsung pada kualitas pelayanan kepada pengguna layanan.

Sebagai contoh, kamu dapat melihat tanggung jawab yang dimiliki oleh IT cyber security. Untuk menjadi tenaga IT cyber security, kamu tidak hanya perlu belajar coding, tetapi juga menguasainya sampai pada tahapan developer. Selain itu, kamu juga perlu mengetahui tentang network security serta application security. Kehadiran seorang tenaga IT cyber security yang berkualitas, mampu menjamin keamanan data-data penting yang dimiliki oleh startup, termasuk data pribadi para pengguna layanan.

2. High risk
Menurut penelitian yang dilakukan oleh J. Daniel Kim dari MIT pada tahun 2018, terungkap kalau gaji karyawan IT di startup yang didukung oleh joint venture, 10 persen lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang mapan. Namun, bayaran tinggi itu juga disertai dengan risiko kehilangan kerja yang tak kalah tinggi. 

Para karyawan yang bergabung dengan startup bisanya memang lebih mengedepankan pekerjaan kreatif dan penuh tantangan dibandingkan tingkat keamanan serta reputasi perusahaan. Di waktu yang sama, gaji tinggi yang diberikan oleh pihak startup tersebut merupakan bentuk kompensasi risiko pekerjaan yang tinggi dan perlindungan terhadap talenta yang mereka miliki. 

Risiko kerja yang tinggi ini hampir terjadi di semua jenis startup, baik startup kecil ataupun startup unicorn. Tak jarang, startup yang terlihat memiliki kinerja bagus dan punya banyak pelanggan, ternyata harus gulung tikar secara tiba-tiba. Hal ini bisa terjadi karena mayoritas startup menjalankan operasi bisnisnya memakai suntikan dana dari investor.

3. Pekerjaan yang penuh tantangan
Bekerja sebagai karyawan di bidang IT pada sebuah startup juga memberikan pengalaman kerja penuh tantangan. Gaji besar yang kamu dapatkan, harus diimbangi dengan tantangan yang tak kalah tinggi. Belajar coding hanya menjadi modal awal untuk bisa menjadi bagian dari startup. Selanjutnya, kamu bakal berhadapan dengan berbagai hal baru yang wajib dipelajari.

Salah satu contoh posisi kerja di startup yang menawarkan gaji tinggi dan tantangan besar adalah pada posisi data scientist. Gaji untuk seorang data scientist, paling kecil adalah Rp15 juta per bulan. Saat menempati posisi ini, kamu perlu pengetahuan lebih dari sekadar belajar coding. Kamu juga harus memiliki dasar-dasar yang berkaitan dengan komunikasi data, matematika, ekonomi, serta pemrograman data. 

Hal utama yang perlu kamu perhatikan saat memilih bekerja di startup adalah kemauan belajar tinggi. Selain itu, kamu juga perlu pengetahuan dasar tentang bahasa pemrograman. Terkait hal yang satu ini, kamu bisa memilih Pixel Ninja sebagai tempat untuk belajar coding.

Lewat proses belajar coding di Pixel Ninja, kamu tidak akan mengalami kesulitan ketika ingin membangun aplikasi Android atau website. Proses belajar juga berlangsung dengan mudah, tanpa harus datang ke kelas. Sebagai gantinya, materi pembelajaran bisa kamu dapatkan melalui akses internet. Mudah, kan?